Digagas Grab, Emtek, dan Bukalapak, Program Kota Masa Depan Sasar Kabupaten Gowa

photo author
Artizeh Pale, Sulsel Network
- Kamis, 21 Juli 2022 | 18:33 WIB
Program #KotaMasaDepan yang digagas oleh Grab, Emtek dan Bukalapak kini menyasar Kabupaten Gowa.
Program #KotaMasaDepan yang digagas oleh Grab, Emtek dan Bukalapak kini menyasar Kabupaten Gowa.

SulselNetwork.com -- Sukses digelar di Kupang dan Solo, program #KotaMasaDepan yang digagas oleh Grab, Emtek dan Bukalapak kini menyasar Kabupaten Gowa.

Selain Gowa, program percepatan digitalisasi yang membidik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di kota-kota kecil di seluruh Indonesia itu juga akan dihelat Malang Raya dan Pekanbaru.

Program tersebut diharapkan bisa menjangkau lebih dari 15 ribu UMKM. Program ini juga fokus pada upaya digitalisasi para pedagang pasar tradisional sebagai tambahan dari pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan UMKM melalui teknologi digital.

Pandemi tidak hanya berdampak ke perekonomian, tapi juga mendorong adanya perubahan tren perilaku masyarakat Indonesia termasuk dalam berbisnis dan berbelanja secara digital.

Hal inilah yang juga mendorong Grab, Emtek dan Bukalapak untuk memperluas jangkauan program akselerator #KotaMasaDepan dengan merangkul para pedagang pasar tradisional, di samping pelaku UMKM di kota-kota kecil Indonesia.

Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) yang juga menjalin kerja sama dengan Grab untuk digitalisasi pasar menyebutkan bahwa diperlukan adopsi digital bagi pasar tradisional agar bisa beradaptasi dan meningkatkan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui Kota Masa Depan, pelaku usaha kecil yang bergabung dalam program ini diharapkan tidak hanya dapat menjangkau jutaan konsumen melalui platform Grab dan Bukalapak, tapi juga memperoleh peluang pendapatan baru dengan memiliki toko digital untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan, digitalisasi telah terbukti menjadi kunci utama dalam membangun ketangguhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Selama pandemi yang berlangsung dua tahun terakhir, pihaknya telah menjadi saksi bagaimana digitalisasi telah membantu UMKM bertahan.

Semangat program #KotaMasaDepan yang Grab usung bersama Emtek dan Bukalapak tidak hanya untuk mendorong UMKM mengembangkan usaha mereka dan menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital.

Hal itu, lanjut Neneng, sejalan dengan target Presiden Jokowi untuk mencapai 30 juta UMKM masuk ke ekosistem digital pada 2024, tapi juga didasarkan pada rasa percaya kami bahwa masa depan besar justru ada di kota kecil.

"Antusiasme yang begitu tinggi dari para pelaku UMKM di Kupang dan Solo terhadap #KotaMasaDepan membangkitkan optimisme kami bahwa program ini dapat merangkul lebih dari 15 ribu UMKM dan pedagang pasar tradisional," ungkap Neneng.

Berbeda dari tahap sebelumnya, #KotaMasaDepan tahap lanjutan ini akan memperluas jangkauan percepatan digitalisasi untuk lebih banyak UMKM di Indonesia melalui kehadiran website yang kaya informasi sebagai bahan edukasi dalam membangun usaha digital di platform yang aman dan terpercaya.

Tak hanya itu, UMKM yang mengikuti program akselerasi ini juga akan dibekali dengan modul-modul yang dapat dipelajari secara mandiri (self-learning) dan fleksibel dari segi waktu.

Selain itu, UMKM terpilih juga mendapatkan tambahan manfaat berupa bantuan promosi di aplikasi Grab dan Bukalapak, serta dukungan publikasi dari jaringan media Emtek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Artizeh Pale

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X