SulselNetwork.com -- Bumi tidak berhenti di generasi kita, melainkan pondasi untuk ke generasi mendatang, kehadiran semen Tonasa selama 54 tahun membangun, bekerja, melahirkan makna dan harapan. Bersama bersinergi melahikan masa yang akan datang, membentuk sebuah kehidupan untuk Indonesia.
Semen tonasa mappatuo (menghidupi), semen tonasa bersinergi, semen tonasa kassaki (kuat), semen tonasa mattuju, semen tonasa madeceng (bagus), sebuah kata yang patut diberikan oleh PT Semen Tonasa sebagai produsen semen besar di Indonesia sejak 1968.
Sebagai perusahaan besar, PT Semen Tonasa yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Asia dengan tingkat efisiensi tinggi ini mendapatkan sebagian besar pendapatannya dari hasil penjualan semen dalam negeri, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Pasar utamanya memang adalah pasar dalam negeri meskipun perusahaan juga menjual produknya ke luar negeri.
Baca Juga: Perluas Wilayah Operasional, Maxim Kini Hadir Menyapa Masyarakat Belopa
Guna meningkatkan penjualan, PT Semen Tonasa yang merupakan bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) bekerja sama dengan jejaring pembiayaan BUMN, PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja).
Kolaborasi strategis ini resmi diawali dengan seremoni penandatanganan kerja sama yang dilakukan di Gedung Kementerian BUMN, yang dihadiri oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (SIG), Donny Arsal, Direktur Operasi LinkAja, Widjayanto yang disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, Rabu (26/10/2022). Seremoni ini turut meresmikan kolaborasi antara SIG dengan Telkomsel, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Melalui kerja sama ini, PT Semen Tonasa kini mendapat sentuhan digitalisasi untuk masalah keuangan dan pembiayaan mitra. LinkAja akan mendukung pembiayaan toko bangunan dalam jaringan rantai pasok (supply chain) SIG menjadi lebih kuat dalam menjaga arus kas dan kelangsungan usaha melalui digitalisasi pembayaran.
LinkAja percaya kolaborasi ini turut dapat mendukung percepatan program inklusi keuangan dan mendorong transaksi non-tunai di Indonesia.
“Kolaborasi strategis ini merupakan bentuk komitmen LinkAja meningkatkan inklusi keuangan digital melalui kerjasama dengan berbagai mitra, terutama kolaborasi dengan perusahaan BUMN. Salah satu upaya dengan melakukan digitalisasi pada rantai pasok ekosistemnya melalui penyediaan layanan keuangan, mulai dari pembayaran hingga pembiayaan," kata Direktur Operasi PT Fintek Karya Nusantara, Widjayanto.
LinkAja telah melakukan digitalisasi ke ratusan ribu warung pulsa di ekosistem tradisional Telkomsel, dan juga digitalisasi ke mitra strategis lainnya. Digitalisasi rantai pasok ini, juga akan kami replikasikan ke dalam ekosistem tradisional yang berada dalam jaringan SIG di seluruh Indonesia.
"Dengan kolaborasi ini diharapkan, mitra toko bangunan SIG akan mendapatkan manfaat seperti meningkatkan penjualan, menyederhanakan penanganan uang tunai, memungkinkan mitra mendapatkan pembayaran secara cashless dari konsumen, hingga dapat memantau kinerja bisnis mereka,” jelas Widjayanto.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Semen Tonasa Mufti Arimurti berkomitmen kuat dalam melakukan transformasi digital, optimalisasi teknologi, serta inovasi yang berkelanjutan.
Proses transformasi industri 4.0 di PT Semen Tonasa dijelaskannya dimulai sejak 2019 dengan dibentuknya Tim INDI tranformasi 4.0 oleh pihaknya selaku Direktur Operasi.
"Kita berharap dengan digitalisasi bisa menghemar operasional perusahaan dan meningkatkan penjualan," kata Mufti.
Artikel Terkait
Sinopsis Naagin 3, 31 Oktober 2022: Kehidupan Mahir Dalam Bahaya, Bela Membunuhnya Demi Naagmani
Sinopsis Ishq Mein Marjawan 2, 31 Oktober 2022: Rencana Jahat Kabir Menantang Vihaan Main Basket
Sinopsis Yehh Jaadu Hai Jin Ka 31 Oktober 2022: Aman Patah Hati, Roshni Akan Menikah dengan Kabir
IKA FK-UH Angkatan 87 Sukses Gelar Reuni ke-35 di Bulukumba
Perluas Wilayah Operasional, Maxim Kini Hadir Menyapa Masyarakat Belopa