Sebagai sesama cowok, apalagi di Jepang yang masih kental akan budaya patriarki, mungkin ada jarak di antara keduanya yang bikin saling gengsi buat mengungkapkan perasaan. Ayah Tsuzuru enggak jahat, bahkan cara bicaranya pun bijak kepada sang anak. Namun, memang kesibukannya bikin dia kurang menyelami pikiran sang anak.
Pengembangan karakter yang apik terlihat dari bagaimana Yae Noguchi yang dulunya optimistis, banyak ditaksir, kembang sekolahan, dan berambisi menjadi pramugari, kini akhirnya menjadi perempuan sederhana. Ia apartemen biasa saja, bekerja sebagai supir taksi, bijak, dan menerima banyak hal yang terjadi kepada kehidupannya.
Ini menjadikannya ibu yang bijak, enggak gampang menghakimi anak, dan ibu yang ekspektasinya enggak tinggi ke anak. Akhirnya, Tsuzuru pun bisa terbuka kepadanya karena sifatnya yang enggak menghakimi ini.
Karakter yang kurang berkembang terlihat dari Harumichi Namiki. Sejak awal, ia terlihat seperti cowok santai yang agak jahil, tetapi perhatian terhadap orang sekitar bahkan sangat protektif terhadap adiknya yang tuna rungu. Saat dewasa, ia masih menjadi cowok yang terlalu santai (sampai enggak memberikan progres pada hubungannya) tetapi jadi paman yang sangat baik untuk keponakannya dan juga royal.
Ini seolah membenarkan istilah bahwa boy will always be a boy, tetapi bisa saja itu terjadi karena enggak seperti Yae Noguchi, Namiki enggak pernah mengalami perceraian dan menjadi ayah tunggal.***
Source: kincir
Artikel Terkait
Resmikan Muktamar ke-XV Pondok Pesantren As’adiyah di Wajo, Ini Harapan Wapres kepada Gubernur Sulsel
Gubernur Andi Sudirman Dampingi Wapres KH Ma’ruf Amin Kunjungan Kerja ke Wajo
Penenun Kain Sutera Sengkang Konsisten Bekerja, Demi Penuhi Ole-ole Wisatawan Lokal & Mancanegara
Sinopsis Yehh Jaadu Hai Jin Ka 3 Desember 2022: Aman Kecewa Roshni Punya Perjanjian dengan Jin
Sinopsis Radha Krishna 3 Desember 2022: Krishna Menceritakan sebuah Kisah ke Radha, Balram Bantu Krishna