Dutta membuka peti tersebut dan melihat senjata didalamnya, Dutta teringat itu adalah senjata yang dipakai untuk pertama kalinya melenyapkan nyawa seseorang dulu. Dutta kembali berbicara dengan Nakku bahwa dirinya sudah banyak melenyapkan orang yang tak berdosa dan Dutta menambahkan bahwa setiap wanita ingin cinta dari suaminya tapi apakah ada wanita yang ingin bersuamikan orang sepertinya.
Supriya naik ke lantai atas dan sebelum masuk ke kamar Dutta, Supriya mendengarkan pembicaraan Dutta pada Nakku. Supriya tidak jadi masuk dan kembali turun ke lantai bawah. Nakku memberitahu Dutta bahwa dia terlalu berpikiryang berlebihan dan Nakku menyadari bahwa dirinya tidak seharusnya berbicara terlalu banyak.
Dutta meletakkan tangannyadi bahu Nakku dan berkata bahwa dirinya menyukai kejujurannya. Lalu Dutta menyuruh Nakku pergi karena dirinya banyak pekerjaan Supriya membawakan obat untuk Sahib yang tengah duduk santai. Sahib pun mengajaknya bicara. Sementara itu Dutta menuruni tangga dan hendak keluar. Sahib melihatnya dan memanggilnya.
Nakku melamunkan pembicaraannya dengan Dutta, Baji datang dan menanyakan keberadaan Dutta, Nakkumenjawab bahwa Dutta dilantai bawah lalu Baji beranjak pergi. Baji memanggil2 Dutta dan mengatakan bahwa dirinya mengetahui keberadaan Deshmukh. Baji mengajaknya pergi dan berkata anak buah akan ikut semua tapi Dutta melarangnya membawa anak buah.
Sahib menghentikan Dutta dan memintanya untuk tidak pergi sendiri tapi Dutta bersikeras kemudian Dutta meminta berkatnya dan beranjak pergi bersama Baji. Nakku menghentikannya tapi Dutta hanya menatapnya, Supriya datang dan memintanya agar tidak pergi tapi Dutta meyakinkan semua bahwa tidakakan terjadi apa2 pada dirinya dan Dutta bergegas pergi.
Nakku menahan airmatanya saat Dutta pergi sementara Supriya pura2 menghapus air mata palsunya.Dua orang lelaki sedang bersitegang, Dutta muncul bersama Baji lalu Baji memadamkan lampu dan Dutta menghajar lelaki tadi dan menghabisinya.
Sementara itu Supriya diam2 menemui Ravi dan memeluknya, Ravi melepaskan pelukannya dan menegurnya karena beranimemeluknya. Mereka lalu berbicara.Sahib menunggu2 kedatangan Dutta, Nakku membawakan susu untuknya. Sahib lalu menanyakan Dutta pada Nakku. Nakku berbicara pada Sahib dan memintanya meminum susunya tapi Sahib menolak dan mengkhawatirkan Dutta.
Dutta kemudian datang dengan memakai syal dan membuat Sahib bahagia melihatnya. Sahib menghampirinya. Dutta menghapus airmata Sahib dan berbicara dengannya bahwa dirinya telah kembali dalam keadaan selamat. Sahib kemudian beranjak pergi setelah menyuruh Dutta untuk makan. Dutta juga kemudian beranjak pergi.Tapi Nakku terkejut melihat darah tercecer saat Dutta pergi. Nakku melihat darah itu berasal dari jari Dutta yang terluka.
Dutta kekamar, Baji menemuinya dan melihat lukanya. Baji berencana memanggil dokter tapi Dutta melarangnya dan mengatakan agar dia pergi menemui polisi untuk memberitahukan tentang Deshmukh dan Dutta berpesan agar keluarganya tidak tau akan luka2nya. Baji kemudian beranjak pergi.Nakku mendatangi Dutta dan melihatnya kesakitan. Nakku lalu berbicara pada Dutta dan menawarkan bantuan, Nakku membuka rompi Dutta dan melihat punggung Dutta juga terkena goresan benda tajam.
Dutta menyuruh Nakku mengambil botol minumannya.Nakku menuruti perintah Dutta kemudian Dutta menuangkan minumannya pada luka di punggungnya sembari meminum minuman tersebut. Nakku lalu mengambil kotak obat dan berniat mengobati Dutta tapi Dutta menyuruhnya keluar kamar. Nakku pun beranjak keluar.
Ravi menemui Supriya dikamarnya dan memintanya untuk menjebak Dutta lebih jauh. Supriya lalu keluar kamar menuju kamar Dutta. Supriya datang saat Dutta membuka kurta nya dan Supriya melihat luka di punggung Dutta hingga merasa ngeri, Dutta pun melihat kedatangan Supriya.
Supriya bertanya kepadanya tentang rasa sakitnya. Dutta bilang tidak apa-apa. Supriya kemudian mengatakan kepadanya bahwa dia membawa obat untuknya untuk mengobati punggungnya dan akan mengobatinya. Supriya mengobatinya.
supriya melihat luka pergelangan tangannya dan bertanya tentang rasa sakitnya. Dutta mengatakan bahwa dia harus memiliki kebiasaan ini sekarang. Supriya meminta bantuan untuk menemaninya ke Shiv mandir untuk jalan Rudr. Dia juga mengatakan kepadanya bahwa hanya mereka berdua yang akan pergi. Dutta sedang berpikir keras tapi dia bilang iya. Supriya senang.***
Artikel Terkait
Begini Kata Danny Pomanto ke Pejabat Pemkot Makassar: Kalau Ada Non Job Sabar!
ARMY Indonesia Berikut Harga Tiket dan Jadwal Tayang 'BTS: Yet to Come in Cinemas' Format 2D, 4DX dan ScreenX
Spesifikasi HP Huawei Terbaru, Kualitas Kamera Paling Jernih, Chip Snapdragon 888 dan RAM 12 GB
Jalan Ruas Rantepao - Sa'dan - Batusitanduk 5,4 Km Rampung 100 Persen, Gubernur Sulsel: Sekaligus Jalur Pintas
Kuota Haji Indonesia 2023 Sebanyak 221 Ribu, Tidak Ada Batasan Usia Kesepakatan Menag Yaqut-Menteri Haji Saudi