Kala itu, Abu Musa Al-Asyari mengeluhkan setiap surat yang didapat dari Khalifah Umar bin Khattab tidak pernah bertanggal.
Karena ketiadaan tanggal, Abu Musa Al-Asyari mengaku kesulitan apabila akan mengarsipkan surat-surat tersebut.
Baca Juga: 5 Minuman Ini Dapat Dikonsumsi Setelah Banyak Makan Daging
Kondisi inilah yang mendasari umat Muslim untuk kemudian membuat kalender Islam.
Ummat Muslim saat itu masih mengadopsi peradaban Arab pra-Islam yang tanpa angka tahun, tetapi hanya bulan dan tanggal saja.
Misalnya saja, pencatatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, diketahui jatuh pada 12 Rabi'ul Awal tahun Gajah.
Pengingat tahun disematkan pada salah satu kejadian penting di antara banyak peristiwa yang terjadi sepanjang tahun.
Penentuan tahun baru Islam Perumusan Kalender Islam diprakarsai oleh Khalifah Umar bin Khattab, yang memanggil para sahabat untuk membahas permasalahan ini.
Dalam pertemuannya, Khalifah Umar dan sahabat sepakat untuk menggunakan sistem kalender yang ada (pra-Islam) untuk kemudian disempurnakan.
Namun, dalam forum itu terdapat perbedaan pendapat terkait kapan awal mula perhitungan kalender atau 1 Muharam tahun 1 Hijriah.
Kesepakatan baru tercapai ketika Ali bin Abi Thalib mengusulkan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dihitung sebagai permulaan kalender atau tahun baru Islam.
Dipilihnya momentum hijrahnya Nabi merupakan simbol perpindahan umat Islam dari masa jahiliyah ke masyarakat madani.
Pendapat ini disetujui oleh para sahabat, termasuk Khalifah Umar. Setelah itu, dibuatlah kalender Islam dengan nama Kalender Hijriah.
Penetapan Kalender Hijriah itu terjadi pada 638 Masehi, atau 17 tahun pasca-hijrahnya Nabi Muhammad SAW.
Berikut nama-nama bulan dalam Kalender Hijriah.
Artikel Terkait
Sinopsis Film Dilan 1990, Perjalanan Cinta yang Romantis Murid SMA dan Penuh Rayuan Gombal
Sinopsis Drakor Remarriage and Desires, Kisah Agen Perjodohan Kelas Atas yang Melayani Klien Ambisius
5 Minuman Ini Dapat Dikonsumsi Setelah Banyak Makan Daging
Extraordinary Attorney Woo Tidak Jadi Tayang di SBS Eh Kok Netizen Malah Sangat Bersyukur, Ternyata Begini
Mengapa Bharada E Tak Terluka Sama Sekali Saat Baku Tembak dengan Brigadir J di Rumah Kadiv Propam Polri