Bakal Ada RDP dengan Polres Gowa Mengenai Pabrik Uang Palsu? Begini Kata Anggota Komisi III DPR RI

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Kamis, 19 Desember 2024 | 07:57 WIB
Sindikat uang palsu di UIN Makassar akhirnya terbongkar, mengejutkannya dalang di balik aksi licik ini bukan orang sembarangan yaitu Kepala Perpustakaan kampus!. (Foto/Kolase)
Sindikat uang palsu di UIN Makassar akhirnya terbongkar, mengejutkannya dalang di balik aksi licik ini bukan orang sembarangan yaitu Kepala Perpustakaan kampus!. (Foto/Kolase)

SulselNetwork.com -- Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyebut bahwa tidak menutup kemungkinan pihaknya melakukan pemanggilan terhadap Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak.

Pemanggilan itu dilakukan jika nantinya proses penanganan kasus pabrik uang palsu tidak diungkap secara terang-benderang di hadapan publik.

Pemanggilan itu dilakukan dalam rangka Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI dengan Kapolres Gowa.

Sama seperti pada kasus anak bos toko roti, Komisi III meminta penjelasan Kapolres Jakarta Timur atas viralnya kasus tersebut.

Baca Juga: Airlangga Hartato Sebut Kenaikan PPN 12 Persen Bukan Keinginan Pemerintah, Said Didu: Boneka?

"Tentu bisa saja (RDP) kalau misalkan dipandang kasus ini ada ditutup-tutupi, bisa saja setelah masa reses. Kalau itu itu dibiarkan ini tidak dibongkar seakar-akarnya bisa saja," ujar RL, akronim namanya, kepada awak media, Rabu (18/12/2024).

Politikus Partai NasDem ini menjelaskan, Komisi III selalu aspiratif dalam melihat kasus-kasus yang terkesan lambat ditangani.

"Komisi III hari ini aspiratif, bilamana ada kasus-kasus yang lambat ditangani, seperti kasus anak bos roti kemarin itu, ternyata sudah dua-tiga bulan," tukasnya.

Ia kemudian menarik contoh kasus anak bos toko roti di Jakarta Timur. Hal tersebut luput dari penanganan jika tidak diviralkan di Media Sosial.

Baca Juga: Perluas Jangkauan Literasi Keuangan, Easycash Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis dan Video Pendek

"Seandainya tidak viral mungkin tidak ditangkap pelaku yang kurang ajar itu. Kita tidak mau seperti itu di Sulsel ini," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah melakukan penggerebekan pabrik uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Polres Gowa menetapkan 15 tersangka.

Hal ini diungkapkan Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak saat menggelar ekspose kasus di kantornya, Senin (16/12/2024).

"Saat ini kami sudah mengamankan 15 tersangka," ujar Reonald kepada awak media, Senin malam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X