“Kita kan punya dana pendidikan, di PU ada dana pendidikan di Ditjen Perencanaan Strategis. Itu bisa pendidikan islam dan non islam, yang islam itu nanti bisa untuk ponpes atau tempat lain,” jelasnya.
Sementara itu, rencana penggunaan APBN ini diungkapkan oleh Dody karena menyebut insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny adalah sebuah keadaan darurat.
“Kalau anggaran kan selama ini sebetulnya pondok pesantren itu ada di Kementerian Agama ya. Cuma kan ini kondisi darurat, yang di Sidoarjo pasti kita yang masuk,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo kepada awak media pada 7 Oktober 2025 lalu.
“Kalau soal anggaran, Insya Allah cukup lah. Insya Allah cuma dari APBN ya, tapi tidak menutup kemungkinan nanti kalau juga ada bantuan dari swasta,” tandasnya.
***
Artikel Terkait
Kinerja Sektor Keuangan Sulsel Tetap Kinclong, Kredit dan DPK Tumbuh Positif
Perbankan Sulsel Tumbuh Stabil, NPL Terkendali dan Aset Tembus Rp207 Triliun
OJK Sulselbar Jaga Kepercayaan Publik, Kinerja Perbankan Terus Tumbuh Positif
Partai Buruh Kritik Program Magang Nasional, Tak Sesuai Target hingga Sebut Rendahkan Fresh Graduate yang Dibayar UMP
Sektor Keuangan Sulsel Tetap Stabil, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Akses Pembiayaan Masyarakat Meluas