SulselNetwork.com-- Berada di sisi utara Kota Makassar dan berjarak sekitar 13,8 kilometer dari pusat Kota Makassar. Ekowisata Mangrove Lantebung menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di Makassar, Sulawesi Selatan.
Pengunjung bisa berkendara ke Lantebung melalui Tol Insinyur Sutami yang memakan waktu lebih kurang 20 menit. Saat memasuki tempat ini, pengunjung harus berhati-hati karena kondisi jalan yang relatif sempit. Wisatawan juga akan menapaki jalur warna-warni ketika memasuki hutan mangrove.
Destinasi wisata yang berada di Kampung Latenbung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea ini memiliki hutan mangrove seluas 12 hektar. Untuk menyusurinya terdapat jembatan warna-warni dan juga perahu kecil yang disewakan oleh masyakat setempat.
Dengan keindahan warna jembatan yang kontras terhadap rerimbunan pohon mangrove menjadi zona swafoto dan spot favorit bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana tenang dan sejuk, terutama saat senja.Tidak hanya itu pengunjung juga disediakan Rest Area yang dilengkapi dengan berbagai UMKM berupa kuliner dan souvenir khas Makassar.
Baca Juga: Hijaukan Pesisir Makassar, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tanam 3000 Bibit Mangrove di Parangloe
Ekowisata Mangrove Lantebung bukan hanya sekedar menyajikan keindahan wisata. Hutan Mangrove sendiri juga bermanfaat untuk melindungi daerah pesisir pantai dari ancaman abrasi dan mencegah dampak bencana alam seperti banjir dan badai.
Awalnya penanaman bakau di kawasan Mangrove Lantebung ini dilakukan secara swakelola oleh warga setempat. Didampingi Pemerintah Kota Makassar dan bekerjasama berbagai pihak salah satunya PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), penanaman mangrove terus dilakukan.
Pada September tahun lalu, dilakukan penanaman sebanyak 2.023 bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronate. Juga diresmikan rumah pembibitan berkapasitas 2.045 bibit mangrove pada Selasa (26/9/2023) di Kampung Wisata Mangrove Lantebung.
Kegiatan itu merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PTK di bawah pilar Pertamina Transko Care Environment, yaitu program TJSL yang berfokus pada pelestarian lingkungan.
Kapasitas rumah bibit sejumlah 2.045 sejalan dengan rencana pemerintah dalam penerapan tranformasi karbon biru pada tahun 2045 mendatang. Kegiatan itu bertajuk “Green Mangrove Action Program.”
Perwakilan manajemen PT Pertamina Trans Kontinental, mengatakan penanaman dan konservasi mangrove ini bertujuan untuk mencegah abrasi pantai dan menjaga ekosistem pesisir guna mendukung ekosistem karbon biru.
Baca Juga: Lindungi Lingkungan Pesisir, PTK Tanam 5.500 bibit Mangrove dan Resmikan Rumah Pembibitan di Bali
Melalui kegiatan penanaman dan pembuatan rumah bibit mangrove, PTK berupaya memberdayakan masyarakat dan mendukung ekowisata mangrove di Desa Wisata Lantebung yang juga merupakan salah satu lokasi konservasi mangrove di wilayah Makassar. Hal ini dilakukan dengan menyediakan stand berbagai produk turunan mangrove yang diproduksi oleh masyarakat lokal.
"Kami berharap dapat berkontribusi bagi pelestarian ekosistem pesisir dan juga mendorong ekowisata dan pemberdayaan bagi masyarakat lokal,” kata Syafaat Yudha.
Artikel Terkait
Ini Sederet Inovasi Teknologi PTK untuk Dukung Net Zero Emission di Pertamina Group!
Hadir di INAMARINE 2024, PTK Diserbu Pengunjung Hingga Jadi The Most Favorite Exhibitor
Inkubasi Ekonomi Bahari, Langkah Strategis PTK Bawa UMKM Binaan Naik Kelas