Pengelola wisata Mangrove Lantebung, Saraba mengatakan, lokasi wisata ini mulai sepi pengunjung semenjak era pandemi.
Pantauan penulis, destinasi ini kurang terawat. Cat jembatan pelanginya terlihat mulai pudar, beberapa jembatan juga sudah mulai rusak, dan fasilitas seperti toilet umum juga sudah tidak bisa digunakan lagi karena tidak adanya persediaan air.
Menurut Saraba, ia dan masyarakat sekitar sebenarnya ingin memperbaiki fasilitas yang ada agar bisa membuat pengunjung yang datang lebih nyaman. Hanya saja, dari pihak masyarakat belum memiliki modal.
"Pengunjung mulai berkurang sejak pandemi. Masyarakat juga serba kekurangan untuk melakukan pembenahan. Kita mau memperbaiki, tapi masalah modal," tutupnya.(suthe)
Artikel Terkait
Ini Sederet Inovasi Teknologi PTK untuk Dukung Net Zero Emission di Pertamina Group!
Hadir di INAMARINE 2024, PTK Diserbu Pengunjung Hingga Jadi The Most Favorite Exhibitor
Inkubasi Ekonomi Bahari, Langkah Strategis PTK Bawa UMKM Binaan Naik Kelas