Aku melepaskan pelukannya perlahan dan menatap matanya. “Ada apa sama Rico? Apa ada yang salah?” tanyaku dengan tatapan nanar.
“Kamu tau? Cewek tadi itu sebenernya cewekku. Mereka selingkuh. Aku tau tentang hal itu udah sekitar dua minggu yang lalu. Tapi aku memilih diam karena aku nggak tau harus gimana. Apalagi posisi kalian saat itu masih berantem.” Matanya menatapku dengan penuh penyesalan.
Lukaku semakin dalam kali ini. Seperti tersayat benda yang lebih tajam daripada benda yang paling tajam sekalipun. Kepalaku tertunduk dan tangisanku semakin keras. Aku seakan tidak percaya dengan kenyataan. Rio kembali merengkuh tubuhku dan membelai rambutku.
“Maafin aku, Tan. Jujur, aku sayang sama kamu. Sejak pertama kita ketemu. Tapi aku nggak tau gimana caranya deketin kamu. Sampai pada akhirnya aku keduluan Rico. Aku nyerah dan akhirnya aku cari cewek, tapi aku sama sekali nggak ada rasa sama tuh cewek. Aku bener-bener nyesel, Tan, maafin aku. Aku sayang sama kamu.”
Pengakuan Rio yang blak-blakan itu sontak membuatku terperangah. Sosok Rio yang selama ini aku kenal ternyata menaruh hati padaku. Sesaat aku melepaskan pelukannya dan menatap matanya lekat-lekat. Benar saja. Tidak ada kebohongan di sana. Hanya ada ketulusan. Air mataku pun kembali meleleh.
“Rio, asal kamu tau. Entah sejak kapan aku mulai tertarik juga sama kamu. Kamu emang mirip banget sama Rico. Tapi aura yang kalian tunjukin beda banget. Aku ngrasa kalau di deket Rico biasa aja, tapi seketika berubah waktu kamu ada di deketku. Aku ngerasa kamu kayak cowokku beneran.” Akhirnya mulutku ini mengakui semuanya yang ada di hatiku.
Kali ini Rio yang terperangah mendengar pengakuanku. “Kamu serius, Tan?” tanyanya tidak percaya. Aku hanya mengangguk pelan sambil tersenyum. Dan dia pun tersenyum lebar.
“Makasih, ya, Tan.” Dia kembali memelukku sebentar dan, bibir kami bertemu. Agak lama kami melakukannya. Lalu kami kembali berpelukan. Akhirnya, sejak saat itu aku mengerti arti ketulusan cinta yang sebenarnya. Berkat Rio. Gara-gara si kembar.
SELESAI
Sumber: Ceritaky
Artikel Terkait
CERPEN Bahasa Indonesia Kelas XI: 'Rintihan Perjuanganku'
CERPEN Bahasa Indonesia: Aku dan Impianku, oleh Novita Sari Putri
Cerpen Cinta: Kahaani