“Dulu kita harus beli BBM 5 liter untuk menyalakan listrik pakai genset, dari jam 6 sore sampai jam 12 malam. Biayanya itu cukup besar. Saya terima kasih kepada PLN. Listrik yang kami gunakan selain freezer juga untuk aktivitas rumah tangga sehari-hari,” kata Rahimah.
Rahimah juga menjelaskan, sebagian besar warga pulau bermata pencaharian sebagai nelayan, kini tak perlu lagi menempuh perjalanan via laut ke Kota Makassar untuk membeli es batu agar bisa mengawetkan hasil tangkapan mereka.
“Dari yang paling mendasar saja, seperti mempermudah kehidupan sehari-hari. Tentu saja listrik digunakan untuk menunjang kehidupan warga kita. Apalagi kita kan mayoritas penduduknya nelayan, listrik sangat bermanfaat untuk proses penyimpanan dan pengolahan hasil laut. Di sektor wisata, dengan hadirnya listrik dapat meningkatkan nilai potensi wisata kita,” jelasnya.
Terkhusus bagi para pedagang, lanjut Rahimah, keluhan warga itu selain air minum, ya listrik. Bukan hanya itu, kehadiran listrik 24 jam, membuat para warga tidak kepanasan lagi di siang hari karena sudah bisa menyalakan kipas angin.
Warga lainnya, Fuji juga menyampaikan langsung rasa syukurnya, dirinya mengaku tidak bisa berkata-kata lagi saking gembiranya. Sebagai penggeliat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di pulau tersebut, mengaku terlalu lama menderita lantaran selalu buru-buru membuat adonan kuenya, takut listiknya padam. Namun dengan adanya listrik 24 jam, rasa was-wasnya itupun langsung hilang.
"Rasanya itu plong, buat adonan tidak pakai dumbak-dumbak [deg-degan] lagi," aku Fuji.
Tak ingin kalah, Andra Daeng Bau warga yang aktivitasnya berjualan es, kini bisa dilakukannya siang hari.
“Selama ini menderita, jual es cuma di malam hari saja, sekarang saya bisa jual es blender di siang hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Lae-lae Sandi Azis menambahkan hadirnya listrik 24 jam ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga pulau. Warga juga menilai hadirnya listrik 24 jam mendukung untuk pendidikan dan pariwisata.
Kepedulian dan Kolaborasi
Rasa syukur dan riang gembira memang tengah dirasakan masyarakat Pulau Lae-lae. Mereka kini bisa menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh. Pengoperasian listrik di Pulau Lae-lae ini berkat kepedulian dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan PLN Regional Sulselrabar yang mendorong agar pulau-pulau mendapat aliran listrik 24 jam.
Kini, sebanyak 1.460 Kepala Keluarga (KK) di pulau tersebut telah menikmati listrik 24 jam dari PT PLN (Persero).
Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Bakti Haruni menyampaikan, pihaknya bersama PLN berkomitmen memfasilitasi seluruh masyarakat termasuk di pulau. Agar listrik dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat untuk berdagang maupun usaha bidang perikanan.
"Alhamdulillah terimakasih PLN kita bisa terfasilitasi, saat ini rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan sebesar 99,8 persen dan bauran Energi Baru Terbarukan di Sulsel tertinggi di Indonesia," ungkap Andi Bakti.
Artikel Terkait
Padahal Dinyatakan Sudah Bebas, Polisi Malah Kembali Sita Ganja hingga Sabu Saat Tangkap Ammar Zoni
Minum Kopi Berbahaya kah Untuk Kesehatan? Ketahui Efek Samping Bagi Tubuh
Baca dan Amalkan Surat Al Fatihah di Waktu Ini, Ulama Menyebut dapat Memperlancar Rezeki dan Mengontrol Hati
Sinopsis Serial India Antv NATH 14 Desember Episode 71: Krishna Selamat Dari Lobang Got, Krishna Rindu Mahua
Presiden Jokowi dan Kapolri Sikat Habis Mafia Bola, Ketum PSSI Beri Pujian Begini