UMKM Naik Kelas, OJK Sulselbar Bantu 30 Pelaku Usaha Lakukan Ekspor

photo author
Sutriani Nasiruddin, Sulsel Network
- Selasa, 24 Desember 2024 | 09:55 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Darwisman. (Dok OJK)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Darwisman. (Dok OJK)

SulselNetwork.com-- 30 pelaku usaha dalam Program Pemberdayaan, Pendampingan dan Pembiayaan UMKM Unggulan Sulawesi Selatan yang Berorientasi Ekspor (UMKM Baji’na) telah memasarkan produk-produknya ke pasar ekspor.

Program UMKM Baji’na yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar ini telah memberikan pembinaan kepada 71 pelaku UMKM di Sulawesi Selatan melalui pendampingan inkubasi. Dari total binaan yang ada 30 UMKM telah melakukan ekspor hingga periode 2024 dari sebelumnya di periode 2022 sebanyak 5 UMKM.

“Saat ini pasar-pasar ekspor dari pelaku UMKM di program ini mulai dari Dubai, Singapura, Jepang, Cina, dan beberapa negara-negara lainnya.” terang Kepala OJK Sulselbar Darwisman.

Ke-30 pelaku UMKM dalam pendampingan tersebut di antaranya, Banoaqu dengan komoditas yang diperdagangkan yakni kunyit bubuk, merica bubuk, kemiri sangrai, pala dan fuli yang di ekspor ke Saudi Arabia. Selanjutnya, CV Al Razak pada brand Kopi Asik dengan komoditas kopi kalosi Enrekang yang di ekspor ke Asia dan Eropa, Keripik Bachiss yang memproduksi keripik buah dengan permintaan negara ke HongKong.

Baca Juga: Bedakan Penyebutan, OJK Ganti Pinjol Berizin dan Legal Jadi Pindar

Ada pula produk udang vaname yang dikelola Kelompok Budidaya Udang Batu Tittie dengan tujuan ekspor ke Arab Saudi, Malaysia, dan Brunei Darusalam. Selain itu, produk gula aren yang berhasil di ekspor ke Belanda melalui UMKM Insan Maiwa Mandiri, serta produk sirup markisa dari Melano Toraja yang di ekspor ke Korea Selatan.

Ia menyebutkan, hingga saat ini produk-produk yang dihasilkan para pelaku UMKM di program tersebut beragam. Antara lain, kerajinan anyaman, kopi, garam beryodium, kain tenun, susu sapi, kemiri, lada, ubi, pisang, ikan, hingga makanan dan minuman olahan.
Sementara, untuk negara tujuannya pun berbeda-beda, mulai dari Australia, Vietnam, Amerika Serikat, Perancis, Thailand, Timur Tengah, Kuwait, Dubai, dan beberapa negara lainnya.

“Kami percaya produk UMKM di Sulawesi Selatan ini sangat besar potensinya untuk di ekspor, hanya saja memang perlu dukungan dan pendampingan yang serius dan berkelanjutan. Termasuk dukungan dari pemerintah hingga stakeholder lainnya,” terang Darwisman.

Baca Juga: Masuk 10 Besar se-Indonesia, OJK Beber Daerah Penghasil Bawang Merah dan Cabai Rawit di Sulsel

Program UMKM Baji’na ini pun menjadi salah satu program yang dicanangkan OJK Sulselbar dalam upaya pengembangan akses keuangan daerah. Selain itu, beberapa program lainnya yakni Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (Phinisi). Dimana hingga triwulan ketiga 2024 program ini telah memberikan manfaat kepada 823.606 debitur dengan nominal Rp26,47 triliun yang didominasi sektor pertanian sebesar 46,08 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Rekomendasi

Terkini

X