SULSEL NETWORK-- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Daerah Sulawesi Selatan terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan aktivitas keuangan ilegal.
Sebagai langkah konkret, OJK dan Satgas PASTI menyelenggarakan High Level Meeting di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Kamis (13/3).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 12 anggota Dewan Pembina Satgas PASTI Daerah Sulsel yang terdiri atas regulator keuangan, kementerian, dan lembaga negara lainnya.
Kepala OJK Sulselbar sekaligus Ketua Satgas PASTI Daerah Sulsel, Moch. Muchlasin, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar hasil rapat ini dapat menghasilkan rencana kerja yang terarah.
“Diharapkan setiap anggota dapat berpartisipasi aktif dalam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Muchlasin, Minggu (23/3).
Baca Juga: Awal Tahun 2025 OJK Sulselbar Sudah Lakukan 17 Kegiatan Edukasi, Ini Rinciannya
Ia juga menargetkan pada akhir 2025, tingkat penggunaan produk investasi ilegal di Sulsel dapat menurun secara signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.
Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan aktivitas keuangan ilegal, di antaranya:
- Penguatan koordinasi untuk penegakan hukum.
- Peningkatan edukasi dan sosialisasi melalui kanal informasi anggota Satgas PASTI.
- Penyesuaian keanggotaan Satgas PASTI Daerah.
- Optimalisasi penggunaan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Sepanjang 2024, Satgas PASTI Sulsel telah menghentikan empat aktivitas keuangan ilegal, yaitu MSL App, Liberty App, Saku Sultan, dan PT Waktunya Beli Saham.
Selain itu, sebanyak 491 pengaduan terkait pinjaman online ilegal dan pinjaman pribadi diterima Satgas. Jumlah ini merupakan yang tertinggi di wilayah Indonesia Timur.
Muchlasin mengungkapkan, pada awal 2025, Satgas PASTI menerima laporan tentang aktivitas ilegal bernama World Pay One (WPONE) yang mengaku sebagai entitas resmi untuk perdagangan mata uang digital.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penipuan berkedok investasi resmi,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus investasi palsu, seperti impersonation, pekerjaan paruh waktu, dan robot trading yang marak di media sosial.
Artikel Terkait
Pengukuhan Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Barat, Gubernur Sulsel Minta Dukungan Jasa Keuangan Untuk Pemda
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Sebut Pertumbuhan Kredit di Sulsel Rendah, Sektor Ini yang Tumbuh Positif
OJK Sulselbar Sebut Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan Tetap Stabil dan Bertumbuh
Sektor Perbankan di Sulsel Tumbuh Positif, OJK: Penyaluran Kredit Masih Didominasi Kredit Konsumtif
Data OJK: Kredit Usaha Mikro Dominasi Penyaluran Kredit UMKM di Sulawesi Selatan