Total Aset Perbankan Sulsel Rp167 Triliun, Kredit Usaha Mikro Terus Tumbuh

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Senin, 2 Januari 2023 | 14:36 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan industri perbankan nasional tahun depan masih akan dihadapkan beberapa tantangan. (Foto: Ilustrasi)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan industri perbankan nasional tahun depan masih akan dihadapkan beberapa tantangan. (Foto: Ilustrasi)

SulselNetwork.com — Perkembangan Perbankan di Sulawesi Selatan posisi November 2022 tumbuh positif, ditopang fungsi intermediasi yang tinggi dan disertai tingkat risiko yang tetap aman. Industri perbankan masih tumbuh positif dengan kinerja intermediasi perbankan yang tetap tinggi.

Total aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi November 2022 tumbuh 5,35% yoy dengan nominal mencapai Rp170,27 triliun, terdiri dari aset Bank Umum Rp167,05 triliun dan aset BPR Rp3,22 triliun.

Berdasarkan kegiatan bank, aset perbankan konvensional Rp157,97 triliun dan aset perbankan syariah Rp12,30 triliun. Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 117,47% dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level aman 2,99%.

Baca Juga: Sinopsis Takdir Cinta yang Kupilih 2 Januari 2023: Novia Mulai Menyukai Jefry dan Menghindarinya

Industri perbankan syariah terus menunjukkan pertumbuhan

Aset perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan tinggi yakni 13,57% yoy dengan nominal Rp12,30 triliun dan pertumbuhan pembiayaan syariah mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 22,59% yoy lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penyaluran kredit konvensional yang tumbuh sebesar 6,91% yoy.

Penghimpunan DPK perbankan syariah mencatat pertumbuhan 9,19% yoy dengan nominal Rp8,34 triliun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK perbankan konvensional 3,02% yoy dengan nominal Rp108,67 triliun.

Industri BPR tetap tumbuh berkelanjutan
Aset BPR tumbuh 3,96% yoy menjadi Rp3,22 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh 3,42% yoy menjadi Rp2,21 triliun, dan dari sisi penyaluran kredit tumbuh 5,51% yoy menjadi Rp2,62 triliun.

Pertumbuhan kredit Bank tumbuh lebih tinggi dibandingkan Penghimpunan DPK

Penyaluran kredit perbankan tercatat tumbuh 7,95% yoy menjadi Rp138,41 triliun, terdiri dari kredit produktif Rp75,25 triliun dan kredit konsumsi Rp63,16 triliun.

Berdasarkan sektor lapangan usaha, pertumbuhan kredit dengan share tertinggi yakni sektor perdagangan 26,51% (8,28% yoy), sektor petanian, perburuan dan kehutanan 7,69% (30,00% yoy), dan industri pengolahan 4,29% (13,44% yoy).

Adapun pada sektor bukan lapangan usaha, kredit untuk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya dan untuk pemilikan rumah tinggal tumbuh masing-masing 2,34% yoy dan 6,46% yoy dengan share masing-masing 18,59% dan 14,08%.

Adapun penghimpunan DPK tumbuh 3,44% dengan nominal Rp117,01 triliun, terdiri dari giro Rp20,67 triliun, tabungan Rp69,46 triliun, dan deposito Rp26,88 triliun.

NPL perbankan masih di level yang aman
NPL perbankan Sulsel terjaga di level aman 2,99%. Berdasarkan jenis bank, NPL bank umum sebesar 2,99%, sedangkan NPL BPR sebesar 3,53%.

Baca Juga: Sinopsis Takdir Cinta yang Kupilih 2 Januari 2023: Novia Mulai Menyukai Jefry dan Menghindarinya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X