Review Serial Korea Somebody Review: Tentang Kisah Cinta Pembunuh Berantai dan Perempuan Asperger

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Sabtu, 3 Desember 2022 | 05:10 WIB
Simak penjelasan ending drama Korea Somebody di Netflix, apakah Kim Sum termasuk psikopat sadis seperti Sung Yun Oh? Simak di sini.
Simak penjelasan ending drama Korea Somebody di Netflix, apakah Kim Sum termasuk psikopat sadis seperti Sung Yun Oh? Simak di sini.

Konten kekerasan, kegilaan tanpa motivasi jelas, dan konten seksual dalam serial ini seperti hanya dipertunjukan untuk menciptakan hype. Karena dalam skena hiburan umum, kdrama atau serial Korea belakangan terlihat berkiblat pada hiburan barat. Apalagi sekarang mereka bisa merilis project mereka yang lebih eksplisit di Netflix.

Namun adaptasi unsur konten-konten berani tersebut tidak dikemas dengan cerita yang dibangun dengan baik. Presentasi plot Somebody memiliki transisi dan penempatan yang canggung secara keseluruhan.

Penyajian pengembangan karakter dalam serial ini sangat buruk dan berkembang pada berbagai situasi yang akan membuat penonton kesal.

Kesan pertama tetap penting meski ada misteri dan plot twist yang disimpan untuk babak utama. Kesan pertama Seong Yun-o sangat buruk dan cukup membingungkan. Kita tidak bisa melihat ia sebagai sekadar pria gila yang berburu wanita melalui aplikasi dating.

Untuk kdrama berdurasi normal per episode (sekitar 50 menit), “Somebody” memiliki plot yang terasa diulur-ulur. Ada banyak adegan yang terasa kosong dan terlalu lama untuk dieksekusi.

Kita akan melihat pria mencari sumber suara ponsel yang bergema selama 3 menit, atau wanita yang berusaha menyelamatkan diri dalam situasi tanpa ancaman apapun (tidak sedang dikejar) juga dalam durasi yang sangat lama tanpa ada progres cerita yang bermakna.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2022 Qatar: Selamat! Korea Selatan Lolos 16 Besar Usai Hajar Portugal

3. Eksploitasi Tema Suram Dipadukan dengan Konten Dewasa

Hubungan Seong Yun-o dan Kim Soem sebetulnya memang menarik secara teori, namun “Somebody” tidak memberikan presentasi yang menghasilkan outcome bagus dari ide tersebut.

Daripada memahami Seong Yun-o dan Kim Soem sebagai dua kepribadian tidak biasa dalam kisah ini, penulis naskah lebih fokus pada latar cerita, eksekusi adegan, dan momen-momen yang hanya memberikannt temporary excitement pada penonton.

Penulis seperti lupa bahwa ia telah memiliki dua karakter utama yang bisa dieksplorasi dalam segi character development. “Somebody” seharusnya bisa menjadi kisah yang lebih fokus pada karakter daripada event.

Ujung-ujungnya plot hanya diisi dengan adegan pembunuhan, adegan dewasa yang mengejutkan, dan dialog omong kosong antar karakter selain Seong Yun-o dan Kim Soem. Mereka bahkan hanya berinteraksi beberapa saat saja pada episode pertama, kemudian kita harus menanti beberapa episode untuk akhirnya mereka berdua berinteraksi kembali.

Pada akhirnya, Somebody trending karena popularitas genre serial killer di Netflix. Secara keseluruhan, serial Korea ini memiliki presentasi yang membosankan dan disturbing.

Memang ada banyak serial dan film bertema disturbing yang patut ditonton karena ada imbalan cerita yang pantas untuk disimak oleh penontonnya, namun tidak untuk Somebody.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X