Belum Sehari Tandatangani Kesepakatan di Istanbul, Ukraina Merasa Dikhianati Rusia Atas Serangan di Odessa

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Senin, 25 Juli 2022 | 14:00 WIB
Seorang petugas pemadam kebakaran Ukraina bekerja di dekat sebuah bangunan yang hancur di pinggiran Odessa, Ukraina, Selasa (10/5/2022).
Seorang petugas pemadam kebakaran Ukraina bekerja di dekat sebuah bangunan yang hancur di pinggiran Odessa, Ukraina, Selasa (10/5/2022).

Otoritas di wilayah Odessa mengungkapkan, pada saat kejadian, hasil panen Ukraina untuk ekspor sudah disimpan di pelabuhan. Untung, ia tidak ikut terkena serangan misil. Meski begitu, Ukraina harus menata kembali area pelabuhan yang baru diserang agar proses ekspor bisa berjalan.

Sejak blokade oleh Rusia, sekitar 20 juta ton hasil panen Ukraina terjebak di wilayah pelabuhan. Imbasnya, terjadi kenaikan harga pangan. Terutama di wilayah Afrika. Negara-negara di benua itu sangat bergantung pada impor gandum dari Rusia dan Ukraina.

Hal serupa dirasakan negara-negara Asia. Filipina, misalnya. Toko-toko roti kini memperkecil ukuran pandesal. Yakni, roti manis yang biasa dikonsumsi penduduk Filipina. Kelangkaan gandum membuat para pembuat roti harus memutar otak agar tak menaikkan harga.

’’Kami terpaksa memperkecil ukurannya agar (usaha) ini bisa bertahan,’’ ucap Jam Mauleon, pemilik Matimyas Bakery di Manila.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X