Otoritas di wilayah Odessa mengungkapkan, pada saat kejadian, hasil panen Ukraina untuk ekspor sudah disimpan di pelabuhan. Untung, ia tidak ikut terkena serangan misil. Meski begitu, Ukraina harus menata kembali area pelabuhan yang baru diserang agar proses ekspor bisa berjalan.
Sejak blokade oleh Rusia, sekitar 20 juta ton hasil panen Ukraina terjebak di wilayah pelabuhan. Imbasnya, terjadi kenaikan harga pangan. Terutama di wilayah Afrika. Negara-negara di benua itu sangat bergantung pada impor gandum dari Rusia dan Ukraina.
Hal serupa dirasakan negara-negara Asia. Filipina, misalnya. Toko-toko roti kini memperkecil ukuran pandesal. Yakni, roti manis yang biasa dikonsumsi penduduk Filipina. Kelangkaan gandum membuat para pembuat roti harus memutar otak agar tak menaikkan harga.
’’Kami terpaksa memperkecil ukurannya agar (usaha) ini bisa bertahan,’’ ucap Jam Mauleon, pemilik Matimyas Bakery di Manila.(*)
Artikel Terkait
Presiden Ukraina Sahkan Dekret, Jatuhkan Sanksi bagi Presiden Rusia Vladimir Putin
Inilah Misi Presiden Jokowi Berkunjung ke Ukraina dan Rusia, untuk Ajak Dalam Menghentikan Perang
Jokowi Lakukan Misi Perdamaian ke Ukraina dan Rusia, Teddy Gusnaidi: Harusnya Kita Bangga
Jokowi Kunjungan ke Ukraina dan Rusia, Fahri Hamzah Kirim Doa Ini
Bongkar Kedok Kunjungan Jokowi ke AS, Ukraina hingga Rusia, Said Didu: Beginilah Oligarki Bekerja